Ada satu momen yang sampai sekarang masih terasa di dada saya. Pagi itu, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, saya berdiri di antara ratusan orang yang mengantar keluarga mereka berangkat umroh. Suasana haru bercampur bahagia. Di sudut ruang tunggu, ibu saya menggenggam erat tas kecilnya sambil sesekali tersenyum. Wajahnya penuh harap. Itulah titik awal perjalanan keberangkatan umroh dari Lombok yang akan selalu saya kenang.
Sejak awal, saya memang ingin mencari travel yang bisa memudahkan kami berangkat langsung dari NTB. Rasanya lebih tenang kalau bisa mulai perjalanan dari tanah sendiri. Bukan hanya soal praktis, tapi juga soal kenyamanan batin. Dalam pencarian itu, nama Fitour International muncul berulang kali. Dari obrolan teman masjid, dari rekomendasi keluarga, sampai spanduk kecil di jalan.
Awalnya saya skeptis, tapi setelah ikut salah satu sesi manasik mereka, keraguan saya hilang.
Sesi Manasik yang Beda
Manasik yang saya hadiri bukan sekadar latihan teknis. Rasanya lebih seperti pengajian keluarga besar. Tim Fitour menjelaskan alur ibadah dengan sederhana, memberi contoh nyata, bahkan membiarkan jamaah bertanya bebas tanpa sungkan. Yang membuat saya tersentuh, mereka sabar sekali saat membantu jamaah lansia yang kesulitan mengikuti simulasi thawaf.
Saya pikir, kalau di manasik saja mereka sudah begitu perhatian, pasti di Tanah Suci akan lebih total lagi.
Hari Keberangkatan dari Lombok
Hari H akhirnya datang. Kami sekeluarga berangkat lebih pagi menuju bandara. Di sana, tim Fitour sudah siap sejak subuh. Mereka membantu jamaah satu per satu, memastikan semua dokumen aman, koper sudah diberi label, bahkan menenangkan jamaah yang terlihat gugup.
Saya lihat ada seorang bapak dari Lombok Timur yang pertama kali naik pesawat. Beliau terlihat bingung, tapi tim Fitour mendampingi dengan sabar. “Jangan khawatir, Pak. Kita berangkat sama-sama,” begitu kata salah satu staf sambil tersenyum.
Momen doa bersama sebelum boarding jadi saat paling haru. Semua jamaah berkumpul, dipimpin ustadz pembimbing, lalu keluarga yang mengantar ikut mengamini. Suara tangis dan doa bercampur jadi satu. Saya memeluk ibu erat, berharap Allah mudahkan langkahnya.
Pengalaman di Tanah Suci
Setibanya di Madinah, semua berjalan lancar. Hotel dekat dengan masjid, agenda jelas, dan ustadz selalu siap menjawab pertanyaan jamaah. Saya merasa lega karena ibu saya tidak pernah merasa sendirian.
Di Mekkah, saat thawaf pertama, beliau sempat terharu hingga hampir berhenti di tengah lautan jamaah. Tim Fitour langsung mendampingi, menggandeng tangannya, dan menenangkan dengan lembut. “Bismillah Bu, kita teruskan pelan-pelan.” Dari cerita itu, saya bisa merasakan betapa tulusnya pelayanan mereka.
Setiap hari, keluarga di Lombok selalu menerima update melalui grup WhatsApp. Ada foto kegiatan, kabar kesehatan jamaah, bahkan voice note singkat dari ustadz pembimbing. Ini hal kecil, tapi sangat berarti bagi kami yang menunggu di rumah.
Pulang dengan Wajah Baru
Ketika ibu pulang, wajahnya berbeda. Lebih damai, lebih sabar. Dia bercerita tentang pengalaman di Raudhah, tentang sahabat baru yang ia temui sesama jamaah NTB, dan tentang bagaimana ia merasa selalu dijaga sepanjang perjalanan.
Sejak saat itu, saya yakin satu hal: keberangkatan dari Lombok bersama Fitour bukan hanya soal logistik, tapi juga soal hati.
Kalau kamu juga sedang mencari informasi tentang keberangkatan umroh dari Lombok, saya sarankan langsung cek di sini:
Fitour International
Di sana, kamu bisa menemukan jadwal program, dokumentasi jamaah, serta layanan yang mereka tawarkan. Semuanya transparan dan mudah dipahami. Bahkan kalau kamu baru pertama kali ingin berangkat, tim Fitour akan mendampingi dari nol.
Refleksi Pribadi
Bagi saya, perjalanan umroh ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan keluarga. Dari manasik di Mataram, doa di bandara ZAM, hingga thawaf di Mekkah—semua proses itu jadi satu rangkaian yang indah. Dan yang membuatnya indah adalah pendampingan yang tulus.
Fitour sudah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar biro perjalanan. Mereka adalah teman seperjalanan.