Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Punya Brand Skincare? Sudahkah Produk Anda Banyak Dibicarakan Blogger?

Punya Brand Skincare? Sudahkah Produk Anda Banyak Dibicarakan Blogger?

adminalm
adminalm
calendar_today
schedule 6 min read

Industri skincare saat ini sangat kompetitif. Setiap bulan muncul produk baru, formula baru, kandungan aktif baru, kemasan baru, hingga brand lokal baru yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kulit.

Ada serum, sunscreen, moisturizer, toner, cleanser, essence, acne treatment, brightening product, anti-aging product, dan masih banyak lagi.

Masalahnya, produk yang bagus belum tentu otomatis banyak dibeli.

Di tengah banyaknya pilihan, calon konsumen membutuhkan alasan untuk memperhatikan sebuah brand, mengenalnya, mempercayainya, lalu akhirnya mencoba produknya.

Salah satu caranya adalah membuat brand skincare Anda lebih banyak dibicarakan di internet melalui blogger.

Pertanyaannya:

Ketika calon konsumen mencari informasi mengenai skincare di Google, apakah produk Anda muncul?

Kalau belum, bisa jadi mereka justru terus menemukan produk kompetitor.

Konsumen Skincare Selalu Mencari Review Sebelum Membeli

Skincare berbeda dengan banyak produk lainnya.

Produk akan digunakan langsung pada kulit. Karena itu, konsumen biasanya lebih berhati-hati sebelum membeli.

Mereka sering mencari:

“Review serum untuk kulit kusam”

“Sunscreen nyaman untuk penggunaan sehari-hari”

“Moisturizer untuk kulit berminyak”

“Review skincare lokal”

“Skincare untuk pemula”

“Serum yang ringan dipakai setiap hari”

“Rekomendasi skincare untuk rutinitas pagi”

Di sinilah peluang besar sebuah brand.

Jika produk Anda muncul dalam berbagai artikel tersebut, calon konsumen akan semakin sering melihat nama brand Anda.

Semakin sering sebuah brand ditemukan dalam konteks yang relevan, semakin mudah brand tersebut menjadi familiar.

Dan dalam industri skincare, familiaritas dapat menjadi langkah awal menuju kepercayaan.

Jangan Hanya Mengandalkan Website dan Media Sosial Sendiri

Website resmi tentu penting.

Instagram penting.

TikTok juga penting.

Marketplace juga sangat penting.

Namun calon konsumen sering ingin mencari informasi dari sumber lain sebelum membeli.

Bayangkan seseorang menemukan serum Anda dari sebuah iklan.

Ia tertarik.

Kemudian ia mencari nama produk tersebut di Google.

Apa yang akan ia temukan?

Jika hanya website resmi dan marketplace, informasi mengenai produk masih terlihat berasal dari pihak brand sendiri.

Sekarang bandingkan apabila ia menemukan berbagai artikel seperti:

“Pengalaman Menggunakan Serum untuk Rutinitas Skincare Harian”

“Serum Lokal dengan Tekstur Ringan, Cocok Digunakan Kapan?”

“Bagaimana Memilih Serum Sesuai Kebutuhan Kulit?”

“Skincare Routine Simpel untuk Aktivitas Sehari-hari”

Nama produk Anda muncul dalam berbagai pembahasan.

Secara psikologis, brand akan terasa lebih dikenal karena tidak hanya berbicara melalui kanalnya sendiri.

Satu Produk Skincare Bisa Menjadi Puluhan Artikel

Kesalahan dalam promosi skincare adalah menganggap satu produk hanya membutuhkan satu artikel review.

Padahal satu serum saja dapat dikembangkan menjadi banyak sekali tema.

Misalnya:

  • serum untuk rutinitas pagi,
  • serum untuk rutinitas malam,
  • skincare untuk pemula,
  • cara menggunakan serum,
  • urutan pemakaian skincare,
  • skincare untuk wanita aktif,
  • skincare untuk perjalanan,
  • serum lokal yang menarik dicoba,
  • kandungan skincare yang sedang populer,
  • tips memilih serum,
  • skincare untuk berbagai kebutuhan kulit,
  • kombinasi serum dan moisturizer,
  • hingga rekomendasi skincare sebagai hadiah.

Artinya:

Satu produk bisa menjadi puluhan ide artikel.

Bayangkan sebuah brand mempunyai 10 produk.

Potensi kontennya bisa berkembang menjadi puluhan bahkan ratusan artikel dari berbagai blogger.

Semakin banyak artikel relevan yang tersedia di internet, semakin besar pula digital presence brand tersebut.

Blogger Membantu Produk Lebih Mudah Dipahami Konsumen

Brand biasanya berbicara menggunakan spesifikasi produk.

Misalnya:

Mengandung niacinamide.

Mengandung hyaluronic acid.

Tekstur ringan.

Mudah menyerap.

Informasi tersebut penting.

Namun konsumen sering membutuhkan penjelasan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Blogger dapat membahas bagaimana teksturnya, bagaimana produk digunakan dalam skincare routine, seperti apa kemasannya, bagaimana cara mengaplikasikannya, hingga siapa yang mungkin tertarik menggunakan produk tersebut.

Konten seperti ini membuat produk tidak hanya terlihat sebagai sebuah botol skincare.

Produk menjadi bagian dari cerita dan rutinitas konsumen.

Untuk produk kosmetik dan skincare, tentunya artikel tetap perlu menggunakan klaim yang wajar dan sesuai informasi resmi produk. Hindari menjanjikan hasil yang tidak dapat dipastikan karena kondisi kulit setiap orang berbeda.

Semakin Banyak Dibicarakan, Semakin Kuat Brand Awareness

Bayangkan seorang konsumen sedang mencari moisturizer.

Hari ini ia menemukan brand Anda di sebuah blog.

Besok ia membaca artikel mengenai skincare routine dan kembali melihat brand yang sama.

Seminggu kemudian ia mencari sunscreen dan kembali menemukan produk dari perusahaan Anda.

Perlahan muncul persepsi:

“Brand ini sering saya lihat.”

Itulah brand awareness.

Ketika konsumen kemudian melihat produk tersebut di marketplace, drugstore, supermarket, atau media sosial, mereka tidak lagi melihat brand yang benar-benar asing.

Mereka sudah pernah mengenalnya.

RajaBacklink.com Membantu Brand Mendapatkan Banyak Publikasi Blogger

Untuk mendapatkan banyak publikasi, brand tidak harus menghubungi blogger satu per satu.

Melalui RajaBacklink.com, perusahaan dapat menjalankan kampanye publikasi melalui jaringan blogger dengan berbagai tema.

Kampanye dapat digunakan untuk:

peluncuran produk baru, varian baru, rebranding, kampanye brand awareness, promo marketplace, anniversary brand, produk bestseller, hingga edukasi mengenai skincare.

Satu produk juga dapat dipublikasikan melalui blogger dengan karakter pembaca yang berbeda.

Beauty blogger dapat membahas detail produk.

Lifestyle blogger dapat memasukkannya ke dalam rutinitas harian.

Blogger perempuan dapat membahas pengalaman penggunaan.

Blogger keluarga dapat membahas personal care.

Blogger umum dapat membuat artikel edukasi yang relevan dengan produk.

Semakin luas variasi blogger yang membahas sebuah brand, semakin luas pula potensi pembacanya.

Launching Produk Jangan Hanya Mengandalkan Satu atau Dua Artikel

Saat brand mengeluarkan produk baru, biasanya ada momentum yang harus dimanfaatkan.

Jangan hanya membuat satu press release lalu selesai.

Satu launching dapat dikembangkan menjadi:

10 artikel.

20 artikel.

50 artikel.

Bahkan lebih.

Masing-masing blogger dapat mengambil angle berbeda.

Semakin banyak publikasi muncul dalam periode yang sama, semakin besar peluang produk terlihat sedang banyak dibicarakan.

Ini sangat berguna terutama untuk brand skincare baru yang sedang membangun awareness.

Artikel Blogger Bisa Menjadi Aset Digital Jangka Panjang

Iklan memiliki kelebihan karena dapat menghasilkan exposure dengan cepat.

Namun ketika budget iklan berhenti, exposure biasanya ikut turun.

Artikel blogger mempunyai karakter berbeda.

Selama artikel tetap online dan dapat ditemukan melalui Google, calon konsumen masih mempunyai kesempatan menemukannya.

Karena itu, publikasi blogger dapat menjadi aset digital jangka panjang.

Bayangkan sebuah brand skincare mempunyai 100 artikel yang membahas:

produk,

tips,

rutinitas skincare,

kandungan,

cara penggunaan,

peluncuran baru,

hingga pengalaman konsumen.

Ketika masyarakat mencari brand tersebut, jejak digitalnya akan terlihat jauh lebih kuat.

Semakin Banyak Brand Membutuhkan Artikel, Semakin Besar Peluang Blogger Mendapat Order

Brand skincare memiliki kebutuhan konten yang sangat besar.

Ada produk baru.

Ada varian baru.

Ada kampanye baru.

Ada kemasan baru.

Ada promo baru.

Ada tren bahan aktif baru.

Ada seasonal campaign.

Ada edukasi skincare.

Semua itu membutuhkan konten.

Artinya, sebenarnya peluang kerja sama antara brand dan blogger sangat luas.

Melalui RajaBacklink.com, kebutuhan perusahaan terhadap publikasi dapat dipertemukan dengan blogger yang siap menulis dan menerbitkan artikel.

Semakin banyak brand memahami pentingnya publikasi digital, semakin besar pula peluang blogger mendapatkan order artikel berbayar.

Jangan Biarkan Produk Bagus Sepi Pembicaraan

Dalam industri skincare yang padat kompetitor, pertanyaannya bukan hanya:

“Apakah produk kita bagus?”

Tetapi juga:

“Apakah cukup banyak orang mengetahui produk kita?”

Produk bagus membutuhkan distribusi.

Produk bagus membutuhkan promosi.

Dan produk bagus juga membutuhkan pembicaraan.

Melalui RajaBacklink.com, brand skincare dapat memperluas publikasi melalui berbagai blogger sehingga produknya lebih banyak ditemukan, dibicarakan, dan dikenal calon konsumen.

Satu produk bisa menjadi puluhan cerita. Satu launching bisa menjadi puluhan artikel. Jangan biarkan produk skincare Anda hanya muncul di akun brand sendiri. Buat semakin banyak blogger membicarakannya.